Analisis Fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) Pada Perilaku Mahasiswa dalam Perspektif Maqashid Syariah

Authors

  • Hoerunnisa Awaliyah STIES Indonesia Purwakarta Author
  • Rina Nurhayati STIES Indonesia Purwakarta Author
  • Ahmad Saepudin STIES Indonesia Purwakarta Author

Keywords:

Fenomena Sosial, Fear Of Missing Out (FOMO), Perilaku Mahasiswa, Maqashid Syariah

Abstract

Perkembangan media sosial yang semakin pesat telah melahirkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan cemas ketika seseorang merasa tertinggal informasi, pengalaman, atau aktivitas yang dilakukan orang lain. Fenomena ini banyak dialami oleh mahasiswa sebagai kelompok yang aktif menggunakan media sosial dan berpotensi memengaruhi perilaku sehari-hari, mulai dari pola konsumsi, aktivitas akademik, hingga kehidupan spiritual dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fenomena FOMO dialami oleh mahasiswa serta menganalisis implikasinya dalam perspektif Maqashid Syariah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap delapan mahasiswa STIES Indonesia Purwakarta serta satu validator ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO muncul dalam berbagai bentuk, seperti kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain (comparison with friends), perasaan tertinggal (being left out), penyesalan karena melewatkan pengalaman sosial (missed experiences), serta dorongan kompulsif untuk terus terhubung dengan media digital (compulsion). Dampak yang ditimbulkan bersifat beragam; sebagian mahasiswa mengalami kecemasan, rasa minder, perilaku konsumtif, dan penurunan produktivitas, sedangkan sebagian lainnya mampu mengelola FOMO sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri. Dalam perspektif Maqashid Syariah, FOMO berimplikasi pada lima aspek pokok, yaitu Hifz ad-Din melalui potensi kelalaian ibadah, Hifz an-Nafs melalui tekanan psikologis, Hifz al-‘Aql melalui gangguan konsentrasi dan penurunan kualitas akademik, Hifz al-Mal melalui perilaku konsumtif yang berlebihan, serta Hifz an-Nasl melalui melemahnya hubungan keluarga dan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian perilaku digital berbasis nilai-nilai Islam serta menjadi dasar penyusunan strategi edukasi literasi digital dan penguatan karakter mahasiswa agar mampu memanfaatkan media sosial secara lebih bijak dan seimbang sesuai prinsip Maqashid Syariah.

Downloads

Published

2026-05-30